Sejarah Legenda GOR Bulungan

Mengapa kita memilih GOR Bulungan sebagai tempat CSR Boxing Star: KO Master?


Gelanggang Remaja adalah tempat atau ruang yang biasanya digunakan para remaja untuk menggunakan waktu luang dengan melakukan berbagai kegiatan bermanfaat bagi remaja untuk mengaktualisasikan diri ke arah yang positif. Disamping itu keberadaan gelanggang remaja juga bisa menjadi pusat aktivitas remaja dalam menampung dan menyalurkan minat serta bakat para remaja dengan memanfaatkan fasilitas Gelanggang Remaja untuk kegiatan rutin maupun insidentil, dengan Harapan dapat menghasilkan remaja yang mandiri dan berguna terutama bidang kegiatan olahraga dan seni budaya.

Asal muasal keberadaan Gelanggang Remaja berawal dari ide awal pembangunan komplek Gelanggang Remaja Bulungan yang dipelopori langsung oleh Gubernur Jakarta Ali Sadikin. Beliau menyadari bahwa kehidupan anak muda memang dinamis, semangatnya berapi-api, egonya masih bergelora dan mencari berbagai wadah untuk mengekspresikan diri. Pada saat itu, ibu kota memang tengah bergiat untuk membangun diri. Namun di sisi lain, kawasan Jakarta terutama di daerah selatan tengah mencekam karena keberadaan gangster anak muda. Gangster remaja kala itu kerap menunjukkan eksistensinya dengan cara tawuran. Kondisi inilah yang membuat Ali Sadikin gelisah. Dirinya kemudian memilih sebuah lahan di tengah kota Jakarta, Kebayoran Baru untuk dibangun sebuah Youth Center, gelanggang remaja pertama di Jakarta Selatan pada 25 Juni 1969.

Pada 16 April 1970, gedung ini kemudian diresmikan oleh Ali Sadikin. Warga Jakarta kemudian lebih mengenal bangunan gelanggang remaja itu dengan sebutan Gelanggang Olahraga (GOR) Bulungan. Gagasan gelanggang remaja menjadi puncak keseriusan Bang Ali mengembangkan bidang olahraga, kebudayaan, kesenian. Dia bahkan mencanangkan pembangunan gelanggang remaja yang lokasinya tersebar di Jakarta. Ali Sadikin ingin supaya gelanggang remaja menjadi tempat remaja untuk memanfaatkan waktu luangnya dengan hal yang positif.

GOR Bulungan memang cukup besar karena berdiri di atas tanah seluas 5.110 meter persegi dengan luas bangunan 2.160 meter persegi. Di dalam kompleks itu terdapat berbagai sarana di antaranya gedung olahraga, kolam renang, dan kegiatan umum.Selain itu GOR Bulungan dibangun di kawasan strategis, lokasinya hanya berjarak sekitar 950 meter dari Terminal Blok M. Karena itu setelah gelanggang remaja ini resmi beroperasi di tahun 1970, ternyata banyak anak-anak muda tertarik beraktivitas di sana. Meski identik sebagai markas seniman daerah, remaja Jakarta juga tak mau kalah. Mereka terutama yang berasal dari kelas sosial menengah atas juga kerap berolahraga di gelanggang itu, seperti kempo, karate, taekwondo, dan pencak silat.

GOR Bulungan juga pernah menjadi saksi sejarah kedatangan Ratu Elizabeth II yang datang ke Indonesia pada tahun 1974. Gubernur Ali Sadikin membawa pewaris takhta kerajaan Inggris itu melihat berbagai pertunjukan seni yang ditampilkan anak muda Jakarta. GOR Bulungan juga sempat menjadi arena pertandingan bola voli pada gelaran Asian Games 2018. Padahal kondisi GOR kurang representatif, karena hanya berkapasitas maksimal 900 orang yang seharusnya menampung 3.000 kursi.Kini GOR Bulungan masih tetap berdenyut kencang. Setiap sore, di gedung B, C, dan D atau di sebelah GOR Bulungan, anak-anak muda tetap giat berlatih tari tradisional, modern, paskibra, olahraga tinju, hingga panjat tebing.

Read more article

Paket Terbaru Luna Fantasia: Periode Terbatas Senin sampai Kamis di Toko Majamojo!

Paket Terbaru Luna Fantasia hanya di Toko Majamojo